JK Pastikan Jika Jokowi Menang Ekonomi akan Terus Stabil

0
32

JAKARTA, Wapres Jusuf Kalla meminta para pengusaha tidak perlu khawatir menjelang pilpres 2019. Karena perekonomian pasti stabil dan tak terpengaruh situasi politik jelang pilpres.

Perekonomian Indonesia tak akan mengalami kejatuhan seperti Venezuela. Sebab, Indonesia tidak dipimpin oleh orang yang otoriter dan nepotis.

“Apakah ini (kejatuhan ekonomi) akan terjadi di Indonesia? Saya bilang, bisa saja. Tapi, saya jamin pengalaman empat tahun lebih dengan Pak Jokowi, beliau tidak pernah ada pikiran otoriternya. Berpikiran pun enggak,” tegas Kalla di hadapan para pengusaha dan pejabat saat membuka CNBC Indonesia Economic Outlook di The Westin, Kuningan, Jakarta, Kamis (28/2/2019).

“Saya tidak bicara karena saya ini anggota dewan pengarah Jokowi – Ma’ruf Amin. Saya tidak kampanye. Ini kan diundang bicara ini. Bicara ilmiah sedikit, bukan kampanye,” kata JK.

Menurut JK, Jokowi adalah Presiden yang kerap merapatkan semua kebijakan sebelum diputuskan. Sehingga kalau membandingkannya dengan era kepresidenan Soeharto yang hanya menggelar rapat sebulan sekali.

Tapi, di era Jokowi Kabinet Kerja (KK) bisa menggelar rapat sebanyak lima kali. Karena itu, JK memastikan Jokowi bukan sosok yang otoriter.

“Artinya, beliau tidak akan pernah berpikir mau otoriter. Semua keputusan dirapatkan, gimana caranya. Kalau otoriter, mana ada rapat. Pokoknya ambil saja ini keputusan. Pukul meja, jalankan. Jual minyak murah di Venezuela, jual. Di sini (Kabinet Kerja) tidak,” ujarnya.

Selain itu menurut JK, Jokowi bukan sosok nepotis. Hal itu itu bisa dibuktikan dengan tidak terlibatnya keluarga presiden dalam bisnis yang terkait dengan perekonomian negara. “Apalagi anak Pak Jokowi. Yang satu catering, jual martabak, yang satu jual pisang goreng. Jadi mana mungkin dia terlibat dalam ekonomi pemerintahan,” tambahnya.

“Jadi, saya jamin kepada Anda semua jika Pak Jokowi yang menang perekonomian akan terus stabil. Makanya tak perlu khawatir. Tak usah ke Singapura. Tapi, kalau yang sebelah, saya tidak tahu. Kita tidak bisa bicara apa yang kita tidak tahu. Kan bahaya,”  pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here