Pesantren Langitan Tuban Butuh BLK Perikanan

0
17
TUBAN, 1/3 - PEMAKAMAN K.H. ABUDULLAH FAQIH. Ribuan pelayat mengiringi jenasah Pengasuh Ponpes Langitan, Widang, Tuban, Jatim, K.H. Abdullah Faqih, menuju ke pemakaman umum di desa setempat, Kamis (1/3). K.H. Abdullah Faqih, pendiri PKNU itu, meninggal dunia, Rabu (1/3) sekitar pukul 18.45 WIB, di kediamannya di kompleks ponpes setempat. FOTO ANTARA/Aguk Sudarmojo.

JAKARTA, Pondok Pesantren (Ponpes) tertua Indonesia, Falahiyah Langitan, ternyata belum tersentuh BLK (Balai Latihan Kerja). Padahal, sudah ratusan Ponpes yang menerima bantuan BLK itu masing-masing sebesar Rp 500 juta.

Padahal, program bantuan pembangunan BLK ini dirintis Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) sejak 2017. Presiden Jokowi menginstruksikan, Ponpes perlu dibantu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Antara lain, membangun BLK.

Ponpes Falahiyah berdiri tahun 1852 ini sudah menyiapkan lahan untuk pembangunan BLK dari dana bantuan pemerintah. Namun, sampai hari ini belum menerima dari Menaker Hanif Dakhiri.

Pengasuh Ponpes Langitan, KH Ahmad Adieb, memahami kesibukan pemerintah dalam menggerakkan BLK tersebut. Sehingga Ponpes Langitan harus sabar. “Ya kita tunggu dengan sabar,” ujarnya.

Ponpes Langitan adalah kebanggan masyarakat Jawa Timur. Lokasi di Dusun Mandungan, Desa Widang, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Komplek Ponpes Langitan berdiri di atas areal tanah seluas kurang lebih 7 hektare. Terletak di samping sungai Bengawan Solo.

Penduduk di wilayah tersebut kebanyakan bergerak di sektor pengolahan hasil perikanan, selain petani. Tapi, , warga di sekitar Ponpes banyak yang mengolah hasil perikanan. Karena itu Ponpes Langitan membutuhkan BLK. “BLK yang paling tepat adalah untuk proses pengolahan hasil ikan,” kata KH. Adieb.

Sebelumnya Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengatakan, bantuan pembangunan BLK ini merupakan program rintisan di Kemnaker sejak 2017.

Pada 2017 diberikan kepada 50 lembaga. Pada 2018 diberikan kepada 75 lembaga. Pada tahun ini, direncanakan diberikan kepada 1.000 lembaga. Tahun depan direncanakan 3.000 lembaga.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mengatakan jika pemberian bantuan kepada 3.000 Ponpes. “Saya kira kalau hanya 1.000 –an masih kurang. Tahun 2019 minimal 3.000 karena jumlah pesantren di Indonesia mencapai 29.000-an,” kata Jokowi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here