Agun Gunandjar: Korupsi Bisa Dikurangi dengan Pemilu yang Bersih

0
99

JAKARTA, Anggota DPR/MPR dari Fraksi Partai Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa menilai pemberantasan korupsi di negeri ini bisa diatasi dengan kebijakan dan sistem pencegahan. Sebab, hukuman mati pun tidak membuat seseorang takut dan jera, sehingga pencegahan yang harus diperkuat.

“Jadi, lebih baik kita mencegah daripada menindak koruptor,” tegas Agun saat berbicara dalam ‘Sosialisasi Empat Pilar di depan mahasiswa Akper Pelni Gedung Nusantara V MPR RI Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (7/3/2018).

Menurut Agun, kebijakan saat ini di mana politik anggaran lebih terpusat di Jakarta, merupakan salah satu faktor terjadinya korupsi. “Sehingga semua harus diurus di Jakarta. Untuk itu saya mengharap agar politik anggaran dialihkan, disebar atau didistribusikan ke seluruh daerah di Indonesia, agar sampai rakyat,” ujarnya.

Pendistribusikan anggaran ke daerah dinilai Agun, akan menciptakan lapangan kerja dan pelaku ekonomi baru sekaligus menciptakan lapangan kerja. Juga bisa membentuk pemerintahan yang efektif dan tidak terkendala oleh korupsi, karena didukung dengan Pemilu yang belum jujur, adil, dan fair.

Adanya anggota KPUD dan Bawaslu yang ditangkap dan dipecat akibat terjadi suap-menyuap dalam pilkada. Bahkan ada anggota KPU yang setelah bertugas langsung menjadi anggota partai politik dan sebagainya.

Fakta itu meyakinkan bahwa selama proses pilkada maupun pemilu pasti ada deal-deal politik khusus. Karena itu ke depan diharapkan semua penyelenggara pemilu melaksanakan nilai-nilai Pancasila dalam setiap perilaku kesehariannya demi memperoleh calon pemimpin yang bersih dari korupsi.

“Melaksanakan nilai-nilai Pancasila itu harus dimulai dari diri dan keluarga. Maka, insya Allah Indonesia akan menjadi negara dan pemerintahan yang bersih,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here