Golkar: Kampanye Positif Harus dengan Data Aktual

0
39

JAKARTA, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengakui jika kampanye positif atau negatif itu memang sulit dibatasi. Sehingga dalam setiap kampanye selalu ada yang positif maupun negatif.

Hanya saja kampanye postif itu selalu menggunakan data yang benar. “Sebaliknya kampanye negatif adalah tanpa data aktual atau hoaks,” tegas Menteri Perindustrian itu di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Senin (15/10/2018).

Menurut Airlangga, dalam konteks kampanye positif, incumbent atau Jokowi justru lebih diuntungkan karena track recordnya positif dan datanya valid serta diakui masyarakat.

“Kalau Pak Jokowi sebagai incumbent punya track record yang bisa dibuktikan. Sehingga Golkar akan menonjolkan sisi-sisi positif dan prestasi Pak Jokowi dengan data yang valid,” ujarnya.

Karena itu kata dia, apa yang telah dilakukan peemrintahan Jokowi – JK selama empat tahun terakhir ini bisa dipertahankan, dan menjadi titik awal untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia.

“Bahwa tujuan pemilu dan berdemokrasi itu antara lain untuk mensejahterakan masyarakat. Maka 17 April hingga 1 Oktober nanti, diharapkan berlangsung damai,” tambah Airlangga.

Selain itu apa yang sudah dicapai berbagai kegiatan seperti Asian Games, Asian Para Games, dan Pertemuan Tahunan IMF-WB, yang sukses dan Indonesia di posisi yang baik di mata dunia, semuanya harus dipertahankan.

Soal kampanye negatif tersebut menanggapi pernyataan Presiden PKS Sohibul Iman, yang meminta seluruh kadernya untuk memperbanyak kampanye positif Prabowo – Sandiaga. Namun, ia mengaku tak masalah jika ada sedikit sisi negatif soal lawan yang diungkapkan di publik selama kampanye.

“Silahkan antum melakukan positive campaign-nya 80 persen, masuk ke negative campaign 20 persen. Itu boleh. Sebab, publik harus tahu calon ini apa kelemahannya,” kata Sohibul di acara konsolidasi PKS jelang Pemilu 2019 di Depok, Minggu (14/10).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here