GP Ansor Bawa Kasus USBN ‘Bubarkan Banser’ Ke Proses Hukum

0
76

JAKARTA, Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Yaqut Cholil Qoumas, menduga sejumlah oknum di Dinas Pendidikan Pemerintahan Kabupaten (Disdik Pemkab) Garut, Jawa Barat, telah terkontaminasi paham ormas terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Hal itu yang bisa melatarbelakangi munculnya soal ‘bubarkan Banser’ dalam materi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk tingkat sekolah menengah pertama (SMP) di Garut.

“GP Ansor menduga ada oknum di Disdik Garut, yang sudah terkontaminasi paham dan virus yang ditebarkan HTI. Pemerintah tidak boleh tinggal diam dalam menyikapi ini dan harus segera mengambil langkah strategis. Tidak boleh dibiarkan,” tegas Yaqut.

Menurutnya, munculnya soal ‘bubarkan Banser’ juga membuktikan bahwa hantu HTI masih bergentayangan bahkan hingga ke lembaga-lembaga pendidikan. Pihaknya telah melakukan mediasi dengan Disdik Garut menyikapi kemunculan soal ‘bubarkan Banser’ ini, Rabu (10/4).

Tujuh poin telah dihasilkan dalam mediasi tersebut yakni Kepala Disdik Garut menyampaikan permohonan maaf melalui media, mengakui kesalahan, dan menegaskan pernyataan HTI sebagai ormas terlarang yang telah dibubarkan.

Selain itu, Kepala Disdik Garut akan memberikan sanksi kepada tim penyusun soal. Kepala Disdik Garut juga akan memecat Kepala Seksi Kurikulum Disdik Garut serta Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia.

Dikatakan, pihaknya sepakat akan melanjutkan seluruh masalah ini ke jalur hukum. Namun, kata dia, GP Ansor masih mempelajari dan mengkaji pihak yang akan dijadikan terlapor dalam kasus ini.

“Tim Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GP Ansor sedang mempelajari pihak-pihak yang bisa dijadikan terlapor,” ujarnya.

Sebelumnya, beredar kertas ujian pelajaran Bahasa Indonesia untuk pelajar SMP di Garut yang mencantumkan soal ‘bubarkan Banser’. Soal ini menjadi kontroversi lantaran dianggap mendiskreditkan Banser.

Kertas ujian berisi soal ‘bubarkan Banser’ ini tersebar di aplikasi tukar pesan WhatsApp sejak Rabu (10/4). Soal yang mencantumkan ‘bubarkan Banser’ itu merupakan soal nomor sembilan berbentuk pilihan ganda.

Terdapat dua teks pernyataan yang diajukan untuk ditarik kesimpulan oleh para pelajar peserta ujian. Teks pertama berbunyi: “Tokoh ulama Garut Tatang Mustafa Kamal mengecam aksi pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dilakukan Bantuan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU). Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Melangbong Garut itu mendesak agar anggota Banser NU segera menyampaikan permintaan maaf karena anggotanya telah menghina kalimat tauhid dan umat Islam di seluruh dunia.”

Sementara itu, teks 2 berbunyi: “Pasca pembakaran bendera di Garut, Jawa Barat, saat peringatan hari santri oleh 3 anggota Banser, mulai terdengar permintaan agar organisasi yang dipimpin Gus Yaqut itu dibubarkan. Alasannya, karena keberadaannya tidak berguna dan cenderung arogan.”

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here