NU dan Muhammadiyah Mayoritas Dukung Jokowi – Ma’ruf Amin

0
7

JAKARTA, Lembaga survei Konsep Indonesia (Konsepindo) menyatakan mayoritas ormas Islam mendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019. Dari hasil survei, sebanyak 52,2 persen kalangan Nadhlatul Ulama dan Muhammadiyah memilih Jokowi-Ma’ruf Amin. Sementara 38,8 persen sisanya memilih Prabowo.

Direktur Konsepindo Veri Muhlis Arifuzzaman mengatakan, perolehan suara itu diambil 40,2 persen dari total 1.200 responden yang disurvei. Jumlah 40,2 persen itu merupakan hasil responden yang merasa menjadi bagian anggota atau sekadar simpatisan NU.

“Hasilnya mayoritas NU dan Muhammadiyah memilih Jokowi-Ma’ruf. Namun perolehan angka untuk Prabowo-Sandi juga cukup tinggi,” kata Veri saat memaparkan hasil survei di Jakarta, Rabu (13/3).

Sementara 46,2 persen kalangan Muhammadiyah juga memilih Jokowi-Ma’ruf. Sedangkan sisanya 31,3 persen memilih Prabowo. Hasil itu diperoleh 6,4 persen dari total responden yang merasa menjadi bagian anggota atau sekadar simpatisan Muhammadiyah.

Sebanyak 66,7 persen kalangan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) juga memilih paslon nomor urut 01. Sementara 33,3 persen sisanya memilih Prabowo-Sandi. “Suara mayoritas untuk Prabowo-Sandi berasal dari ormas Persis, FPI, dan Alkhairaat,” ujarnya.

Dari hasil survei menunjukkan 83,3 persen kalangan FPI memilih Prabowo. Sementara tidak ada yang memilih Jokowi-Ma’ruf dan 16,7 persen tidak memilih. Hasil itu diperoleh dari 0,6 total responden yang merasa bagian anggota atau sekadar simpatisan FPI.

Sedangkan Persis, dari 0,3 persen responden sebanyak 66,7 persen memilih Prabowo dan 33,3 persen memilih Jokowi-Ma’ruf. Sementara Al Khairaat dari 0,1 persen responden sebanyak 100 persen memilih Prabowo.

Peneliti LIPI Syamsudin Haris melihat hasil survei di kalangan NU dan Muhammadiyah ini sebagai fenomena yang cukup menarik. Selama ini, kata dia, asumsi pilihan warga Muhammadiyah cenderung ke Prabowo. Namun dari hasil survei menunjukkan lebih banyak yang memilih Jokowi-Ma’ruf. “Begitu sebaliknya, NU juga ternyata tidak dominan (memilih Jokowi-Ma’ruf),” ujarnya.

Syamsudin menilai, hasil survei tersebut dapat menjadi peluang bagi tim kampanye Prabowo-Sandi untuk meraup suara lebih banyak di kalangan Nahdliyin. “Supaya dukungan Prabowo-Sandi ini meningkat di Jawa, karena kan konstelasi Nahdliyin ini banyak di Jawa,” kata Syamsudin.

Survei ini dilakukan pada 17-24 Februari 2019 di 34 provinsi dengan sampel sebanyakh 1.200 responden. Sampel dipilih menggunakan metode acak bertingkat dengan margin error sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Responden merupakan warga negara Indonesia yang telah berusia 17 tahun atau lebih dan punya hak pilih dalam pemilu mendatang.

Lembaga survei ini beberapa kali telah melakukan survei di tingkat pilkada Sumut, Sulsel, Riau, Banten, dan sejumlah wilayah lain.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here