FORHATI Gelar Seminar Perempuan Sadar Olah Literasi Digital

0
21

JAKARTA, Forum Alumni HMI Wati (FORHATI), sebagai wadah berhimpun para Alumni HMI-WATI melanjutkan tradisi akademisnya dengan menggelar seminar dan kajian tentang ‘Fact Checker’ bagi perempuan SOLID (Sadar Olah Literasi Digital)

Yaitu literasi dalam membaca, menulis, dan diskusi seharusnya menjadi tradisi intelektual Insan Cita HMI.

Hal itu menyadari perkembangan teknologi informasi yang mampu menggerakkan industri digital, mempengaruhi perilaku masyarakat Indonesia, terutama berkaitan dengan perilaku politik menjelang pilpres 2019 ini.

Karena itu, FORHATI mengundang organisasi mahasiswi Islam dan organisasi wanita Islam, mengingat pentingnya seminar sadar olah literasi digital tersebut. Sehingga Alumni HMI Wati, mahasiswi-mahasiswi Islam, dan organisasi-organisasi perempuan Islam lainnya tidak saja menjadi bagian dari kelompok penyebar hoax atau berita bohong.

Apalagi dari data dari MAFINDO menunjukkan, bahwa ibu-ibu merupakan penyebar hoax utama, karena mereka malas melakukan cross check, kebenaran atau tabayyun ( melakukan verifikasi dan konfirmasi informasi).

Untuk itu Muhammad Khairi Haesy dari MAFINDO memberikan tips cerdas perempuan untuk bertindak sebagai Fact Checker ketika menerima berita di media social seperti whatsApp (WA), facebook, tweeter, instagram dan media sosial lainnya, yaitu:

1.Sabar

2.Kritis (Menganalisis informasi secara rasional dan mencari faktanya)

3.Pemilik android bisa menggunakan playstore untuk mengecek ke beberapa lembaga yang bertindak sebagai  Fact Checker

Sementara itu Herlando Marodona dari Kemenkominfo RI menegaskan jika, pemerintah mendukung penuh masyarakat yang berinisiatif menjadi pengguna media yang cerdas seperti ini, agar tidak mudah menyebar hoax dan menjadi penyebab timbulnya keresahan, perpecahan, dan konflik di masyarakat.

“Insya Allah 17 April 2019 berlalu, informasi-informasi lain juga akan hadir seperti biasa. Baik di bidang ekonomi, bisnis maupun bidang-bidang lainnya. FORHATI dan Perempuan – perempuan muslimah yang tergabung dalam organisasi Islam lainnya tetap semakin cerdas (smart) dan kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi sehingga bermanfaat bagi semua,” kata Koordinator Presidium Majelis Nasional Forhati, Hanifa Husein.

Karena itu, Hanifah Husein meminta perempuan muslimah harus cerdas dan smart menggunakan media menerima informasi dengan melakukan fact checker sehingga tidak menjadi.menyebar hoax.

“FORHATI, mahasiswi dan kaum perempuan yang tergabung dalam.organisasi wanita Islam menjadi pelopor untuk tidak menyebarkan hoax dan melakukan fact checker jika menerima informasi atau berita,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here