Mantan Menteri Agama RI KH. Tholhah Hasan Wafat

0
71

MALANG, Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, telah berpulang ke rahmatullah KH. Tolchah Hasan (83), pada Rabu (29/5/2019), pukul 14:00, di RSUD Saiful Anwar Malang, Jawa Timur.

Mantan Menteri Agama RI di era Presiden KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu sudah keluar-masuk rumah sakit (RS) sejak beberapa hari terakhir ini. Kabar duka itu baru diterima oleh KH. Marzuki Mustamar (Ketua PWNI Jatim).

Perannya dalam pemerintahan selain sebagai Menteri Agama RI juga pernah menjabat sebagai pimpinan Badan Wakaf Indonesia (BWI). Di PBNU, KH Tholhah Hasan pernah mengemban amanah sebagai Wakil Rais Aam PBNU mendampingi KH Sahal Mahfudh.

Prof Dr KH Muhammad Tolchah Hasan dilahirkan di Tuban Jawa Timur pada 1936, atau 83 tahun silam. Ia merupakan seorang tokoh yang multi dimensi, sebagai ulama, tokoh pendidikan, pegiat organisasi yang tekun dan juga seorang tokoh yang aktif di pemerintahan.

Sebagai seorang ulama, ia adalah sosok dengan keilmuan yang mendalam. Penguasaannya terhadap teks-teks agama ditunjukkan dengan aktivitasnya mengajar di pondok pesantren dan di berbagai perguruan tingi.

Sebagai seorang tokoh agama ia juga mampu menciptakan pemikiran-pemikiran segar dalam pemahan terhadap agama. Buku populer yang ia tulis (disamping banyak karya yang lain) adalah “Ahlussunnah wal Jamaah dalam Tradisi dan Persepsi NU.”

Sebagai tokoh pendidikan, kepiawaiannya ditunjukkan dengan berkembangnya lembaga-lembaga pendidikan yang ia rintis dan ia kembangkan. Tercatat bahwa sejumlah lembaga yang dia rintis dan ia kembangkan mampu berkembang menjadi lembaga pendidikan yang tumbuh maju dan pesat.

Lembaga-lembaga pendidikan yang bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Agama Islam (YPAI) yang membawahi lembaga-lemabaga mulai dari SD/MI, SMP/MTs, SMA, MA dan SMK, adalah lembaga-lembaga pendidikan yang ia rintis dan ia kembangkan menjadi salah satu lembaga pendidikan yang maju saat ini di kabupaten Malang.

Demikian pula halnya dengan Universitas Islam Malang (Unisma), sebuah universitas dimana ketika Kiai Tolchah menjadi rektornya, menjadi Perguruan Tinggi Percontohan Nahdlatul Ulama.

Demikian pula karakternya sebagai organisator. Kiai Tolchah merupakan Kiai yang juga tekun dalam masalah organisasi. Kegiatannya dalam organisasi yang dimulai semenjak di tebuireng ia kembangkan dalam Organisasi NU.

Sejak muda ia sudah pernah menjadi Ketua Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Pimpinan Cabang Kabupaten Malang pada era tahun 1960-an. Kelihaian dan ketekunannya dalam berorganisasi juga tampak dari lembaga-lembaga pendidikan yang ia bidani terorganisir secara sistematis dan rapi.

  1. Tolchah juga terlihat kemampuan baiknya dalam melakukan kaderisasi. Semua lembaga yang dirintisnya sudah dilepasnya untuk diserahkan kepengurusannya kepada tenaga-tenaga yang lebih muda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here